Pada dasarnya, peternakan tidak akan berkembang begitu saja tanpa manajemen yang baik. Hal ini juga berlaku untuk manajemen kesehatan ternak, mengingat hewan ternak adalah komponen utama di peternakan yang jadi fokus usaha atau bisnis Anda. Pertama-tama, Anda harus tahu apa yang dimaksud dengan kesehatan ternak, yaitu kondisi saat fungsi fisik dan fisiologis hewan ternak berjalan dengan normal. Kondisi ini harus Anda pertahankan agar hewan ternak tidak terkena penyakit dan berakhir mati. Kenapa Manajemen Kesehatan Penting untuk Hewan Ternak? Ketika mempelajari soal materi kesehatan ternak, Anda pasti sadar alasan kenapa manajemennya penting. Hal ini karena semua keuntungan di peternakan pasti dihasilkan oleh hewan, entah itu berupa susu, telur, daging, bulu, dan produk yang lain. Jika hewan ternak jatuh sakit, secara otomatis produktivitasnya akan berkurang drastis. Anda tidak akan bisa mengambil produk apapun karena pasar pasti tidak akan menerimanya. Pasalnya, produk yang berasal dari hewan sakit pasti berbahaya bagi manusia. Pada beberapa kasus, Anda bahkan bisa mengalami kerugian yang lebih besar karena hewan ternak lain ketularan oleh penyakit tersebut. Hal ini bisa memicu kematian, bukan hanya pada satu hewan ternak saja tapi kematian massal akibat penyakit menular. Inilah alasan kenapa manajemen kesehatan penting, mengingat eksistensinya dapat mencegah dan mengobati berbagai jenis penyakit pada hewan ternak. Penyakit tersebut termasuk penyakit pencernaan, kulit, pencernaan, reproduksi, dan berbagai infeksi. Manajemen Kesehatan Ternak Meliputi Apa Saja? Jika Anda penasaran manajemen kesehatan ternak meliputi apa saja, ada beberapa langkah yang wajib Anda lakukan secara rutin, yaitu sebagai berikut! 1. Pemeriksaan Harian Sama seperti pada manusia, tidak ada yang tahu kapan hewan ternak akan sakit. Maka dari itu, manajemen pemeliharaan ternak pertama untuk menjaga kesehatan hewan adalah pemeriksaan harian. Anda dapat melakukan pemeriksaannya sendiri asalkan bisa teliti. Cara yang paling mudah adalah dengan melihat tingkat hewan, apakah sifatnya normal seperti biasa atau terlihat lesu dan tidak bersemangat. Anda juga bisa melihat dari mata dan hidung, mengingat penyakit paling mudah dikenali dari kedua bagian tersebut. Jika matanya merah, kuning, kusam, atau berair, Anda bisa segera menghubungi dokter hewan terdekat untuk melakukan pemeriksaan. Hal yang sama juga berlaku untuk hidung, cek apakah hidungnya berair dan keluar suara-suara tidak normal dari hewan. Terkadang hewan ternak juga terkena penyakit kulit dan masalah reproduksi, sehingga jangan lupa untuk mengeceknya. Apabila ada hal yang tidak normal atau mencurigakan, langsung hubungi dokter hewan sebelum penyakit lebih parah dan menular. 2. Berikan Obat, Vaksin, dan Vitamin Secara Rutin Selain pemeriksaan harian secara mandiri, Anda juga bisa menjadwalkan pemeriksaan rutin oleh dokter hewan. Frekuensi atau intensitas pemeriksaannya pun bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan hewan ternak. Tanyakan langsung pada dokter hewan tentangnya. Setelah pemeriksaan, Anda bisa meminta obat, vaksin, atau vitamin tambahan pada dokter hewan secara rutin untuk mencegah berbagai penyakit. 3. Rutin Bersihkan Kandang Terakhir, jangan lupa untuk membersihkan kandang secara rutin karena beberapa sumber penyakit berasal dari sana. Jangan sampai kandang penuh dengan kotoran, mengingat kotoran bisa jadi tempat yang ideal untuk pertumbuhan jamur, bakteri, dan patogen lain. Penutup Itulah hal-hal penting yang harus Anda pelajari tentang manajemen kesehatan ternak, mengingat eksistensinya penting dalam bisnis. Selama Anda menjaga kesehatan hewan secara rutin, hewan bisa produktif dan menghasilkan keuntungan untuk Anda. Ignacio Springer Saya berbagi wawasan seputar peternakan, kesehatan hewan, dan budidaya ternak. Post navigation Silase Hijauan sebagai Pakan Ternak Berkualitas Tinggi Feedlot dalam Sistem Penggemukan Sapi Potong