Ada banyak peternak yang kebingungan untuk mengelola pakan, mengingat ada saatnya ketersediaan rumput berkurang. Jika Anda membiarkannya begitu saja, maka kualitas hewan ternak akan menurun. Karena itu, rumput bisa Anda olah menjadi silase hijauan. Jika Anda belum tahu apa itu silase hijauan, istilah ini merujuk pada pakan ternak hasil fermentasi rumput-rumput hijau. Konsepnya mirip dengan makanan hasil fermentasi untuk manusia, yaitu agar jangka waktu simpan makanan semakin panjang. Apakah Silase Hijauan Berkualitas? Sebelum membuat pakan ternak silase, banyak dari Anda bertanya-tanya tentang apakah pakannya berkualitas atau tidak. Ternyata Anda tidak perlu khawatir karena silase termasuk pakan yang berkualitas tinggi, mengingat nutrisinya terjaga selama proses fermentasi. Hal ini karena proses pengawetan silase tidak melibatkan udara atau anaerob, sehingga nutrisi rumput hijau tidak hilang seketika. Hasilnya, pakan ini bisa Anda jadikan sebagai pakan utama di musim kemarau, mengingat eksistensi rumput yang berkurang. Khusus untuk Anda yang belum tahu berapa hari silase bisa digunakan, Anda bisa menggunakannya hingga satu atau dua tahun. Tipsnya adalah membagi pakan tersebut ke beberapa wadah. Pasalnya, jika wadah sudah Anda buka, masa pakainya hanya 2-3 hari saja. Untuk memastikan kualitasnya masih bagus dan terjaga, Anda bisa mengecek tanda-tanda silase yang buruk. Jika ada silase yang busuk, berwarna abu-abu atau kehitaman, artinya pakan tersebut sudah rusak. Biasanya ada jamur yang tumbuh dan bau tembakau. Cara Membuat Silase Secara garis besar, cara membuat silase untuk pakan ternak itu tidak terlalu sulit, seperti pada penjelasan lengkap di bawah ini! 1. Persiapkan Bahan-Bahan Sebagai langkah pertama, Anda perlu memastikan jika semua bahan untuk membuat silase tersedia. Pasalnya, selain rumput hijau Anda juga membutuhkan bahan-bahan tambahan, seperti dedak atau bekatul (5%), EM4 peternakan (0,4%), dan molasses (1%). 2. Persiapkan Rumput Penting untuk Anda catat jika rumput hijau segar tidak bisa diolah menjadi silase begitu saja. Sebelum itu Anda perlu menyiapkannya terlebih dulu, dengan cara menurunkan kadar air agar rumput layu. Hal ini untuk memudahkan fermentasi nantinya. Apabila sudah kering dan layu, Anda bisa mencacah rumput agar ukurannya lebih kecil, biasanya di kisaran 3 cm hingga 5 cm. Supaya proses pencacahan semakin mudah dan cepat, Anda bisa menggunakan alat khusus seperti chopper atau alat lain yang sejenisnya. 3. Campurkan dengan Bahan Lainnya Pada penjelasan di atas, Anda sudah tahu jika rumput bukan satu-satunya bahan untuk membuat silase. Karena itu, setelah rumputnya siap untuk Anda olah, Anda bisa menyampurkan bahan lain ke sana. Masukkan dadak atau bekatul, molasses, dan EM4. Supaya pencampurannya lebih merata, Anda bisa melarutkan molasses dan EM4 peternakan terlebih dulu sebelum masuk ke dalam cacahan rumput. Setelah itu, campur hingga rata agar proses fermentasi dan pengawetan dapat berjalan dengan lebih sempurna. 4. Masukkan ke Dalam Silo atau Tempat Fermentasi Apabila silase sudah tercampur rata, Anda tinggal memasukkannya ke dalam silo atau wadah khusus untuk proses fermentasi. Proses ini biasanya perlu waktu antara 6 – 8 minggu sebelum bisa Anda berikan pada hewan ternak agar lebih mereka cerna dengan lebih mudah. Penutup Singkatnya, silase hijauan adalah salah satu pilihan pakan berkualitas yang terbuat dari hasil fermentasi rumput hijau. Anda bisa membuatnya dengan mudah untuk memastikan stok pakan selalu tersedia di sepanjang tahun, bahkan selama musim kemarau sekalipun. Ignacio Springer Saya berbagi wawasan seputar peternakan, kesehatan hewan, dan budidaya ternak. Post navigation Inseminasi Buatan pada Program Pembiakan Sapi Modern Manajemen Kesehatan Ternak untuk Meningkatkan Produktivitas