Masih banyak peternak yang memberikan pakan mengandalkan perkiraan. Padahal untuk mendorong pertumbuhan yang optimal, peternak perlu menggunakan cara menghitung kebutuhan pakan sapi yang tepat.

Pemberian pakan yang tidak sesuai bisa mengakibatkan produktivitas peternakan kurang maksimal. Sapi yang kurang pakan bahkan bisa tumbuh kurus dan mengalami gangguan reproduksi. Mari simak cara menghitung pakan sapi.

Cara Menghitung Kebutuhan Pakan Sapi

Kebutuhan pakan sapi per hari bisa ditentukan berdasarkan bobot badan sapi. Umumnya, sapi memerlukan pakan berupa bahan kering (BK) sebanyak 2-3% bobot badan. 

Maka cara menghitung kebutuhan pakan sapi yaitu dengan mengalikan bobot badan sapi dengan 3%. Sebagai contoh, sapi memiliki bobot 300 kg, maka kebutuhan pakan hariannya adalah sebesar 300 x 3% = 9 kg.

Bahan kering yang menjadi pakan sapi mencakup pakan hijauan dan konsentrat. Biasanya, campuran pakan sapi menggunakan rasio 70-80% pakan hijauan dan 20-30% konsentrat.

Sebagai catatan, hijauan memiliki kandungan air tinggi sehingga kandungan serat segarnya sekitar 20% bahan kering. Sehingga kebutuhan jumlah pakan hijauan bisa 3-4 kali lipat dari bahan kering.

Berikut contoh perhitungannnya:

  • Sapi berbobot 300 kg memiliki kebutuhan pakan harian sebesar 9 kg. 
  • Kebutuhan pakan hijau (dalam berat kering): 70% x 9 kg = 6,3 kg → berat basah: 6,3 kg x 4 = 25,2 kg 
  • Sementara itu, kebutuhan konsentrat sapi per hari: 30% x 9 kg = 3 kg

Selain menentukan pertumbuhan sapi, penghitungan pakan sapi harian juga mempengaruhi efisiensi bisnis peternakan. Pasalnya pakan termasuk dalam salah satu komponen biaya terbesar dalam bisnis pertenakan. 

Maka dari itu, perhitungan yang tepat akan membantu meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran.

Waktu Pemberian Pakan Sapi

Selain mengetahui cara menghitung kebutuhan pakan sapi, peternak juga perlu menerapkan jadwal pemberian makan yang tepat. Tujuannya adalah agar pola makan sapi lebih teratur sehingga pencernaan mereka stabil.

Pemberian makan yang terjadwal juga dapat membantu meningkatkan penyerapan nutrisi. Dengan demikian, sapi bisa tumbuh sehat dan mencapai bobot yang ditargetkan.

Umumnya, peternak memberikan pakan sebanyak 2-3 kali sehari. Waktunya sendiri adalah setiap pagi, siang, dan sore.

Pemberian pakan sebaiknya berurutan, yakni dengan pakan hijauan terlebih dahulu. Baru kemudian memberikan konsentrat. 

Jenis Pakan Harian untuk Sapi 

Ternak sapi memerlukan kombinasi pakan hijauan dan konsentrat. Peternak juga memberikan bahan tambahan seperti silase dan suplemen. 

1. Pakan Hijauan

Pakan hijauan merujuk pada jenis pakan alami dari tumbuh-tumbuhan, seperti rumput dan daun. Jenis pakan ini mengandung gizi yang bermanfaat penting bagi sapi. Pakan hijauan juga berfungsi memenuhi kebutuhan serat dan sumber energi.

Berikut beberapa contoh pakan hijauan untuk sapi:

  • Rumput gajah
  • Rumput raja
  • Kacang-kacangan seperti lamtoro, gam, dan kaliandra
  • Limbah panen seperti daun ketela, daun tebu, dan daun kacang

2. Pakan Konsentrat

Pakan konsentrat merupakan campuran dari beberapa bahan bernutrisi tinggi yang bermanfaat menambah bobot badan sapi. Jenis pakan ini memiliki kandungan serat kasar yang rendah, sehingga proses pencernaannya lebih mudah.

Bahan pakan konsentrat antara lain:

  • Dedak padi
  • Jagung giling
  • Bungkil kedelai
  • Bungkil kelapa
  • Ampas tahu

3. Silase

Silase atau pakan fermentasi biasanya digunakan sebagai alternatif pakan hijauan. Jenis pakan fermentasi menjadi andalan saat musim kemarau dan jarang rerumputan.

Karena sudah melalui fermentasi, silase lebih mudah dicerna. Jenis pakan silase juga bermanfaat meningkatkan palatabilitas atau nafsu makan sapi.

Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Pakan Sapi

Kebutuhan pakan harian sapi bisa berubah-ubah menyesuaikan kondisi. Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi:

1. Bobot Badan Sapi

Bobot badan sapi merupakan dasar penentuan kebutuhan pakan. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, cara menghitung kebutuhan pakan sapi adalah 2-3% bobot badan.

Sapi yang memiliki bobot badan lebih besar juga memiliki kebutuhan energi yang lebih tinggi. Sehingga jumlah pakannya perlu lebih banyak. 

2. Umur dan Fase Pertumbuhan

Kebutuhan energi sapi berubah-ubah sesuai dengan usia dan fase pertumbuhan. Sapi membutuhkan nutrisi tinggi saat berusia muda karena masih dalam masa pertumbuhan. Sapi dalam masa bunting dan laktasi juga memerlukan pakan lebih banyak daripada sapi dewasa. 

Demikian pembahasan mengenai cara menghitung kebutuhan pakan sapi. Untuk mendukung pertumbuhan sapi yang maksimal, pastikan memberikan pakan berkualitas tinggi.